Kejari Jember Gelar Jaksa Masuk Pesantren

Kejari Jember – Kejaksaan Negeri Jember untuk pertama kali menggelar sosialisasi Jaksa Masuk Pesantren (JMP) di Pondok Pesanten Nurul Qarnain, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, Kamis malam, 31 Oktober 2019.

Acara yang melibatkan lebih 2.000 santri pondok yang diasuh KH Yazid Karimullah ini berlangsung sangat meriah. Selain mendapatkan wawasan, para santri juga mendapatkan hadiah setelah bisa menjawab pertanyaan.

“Kami berharap santri ke depan menjadi pimpinan-pimpinan yang amanah,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jember Prima Idwan Mariza, SH., M.Hum tentang salah satu alasan kegiatan Jaksa Masuk Pesantren.

Jaksa Masuk Pensatren ini juga sebagai pencanangan Jember sebagai Kota Pelajar/Santri Jawa Timur dan Jember sebagai kota literasi hukum nasional.

Menurut Kajari, pendidikan hukum harus sudah diajarkan dan ditanamkan sejak muda. Seperti larangan menyontek saat mengerjakan soal ujian.

Nurul Ghufron, komisioner KPK terpilih, yang juga hadir dalam acara itu menyampaikan harapan agar ke depan para aparat di profesi-profesi bidang hukum diisi oleh para santri.

“Apabila profesi-profesi di bidang hukum tidak diisi oleh orang-orang yang hatinya bergetar saat disebut nama Allah SWT, maka ditakutkan dibuat sembarangan,” terang Ghufron.

Ghufron pun mengajak para santri untuk semangat mengisi jabatan-jabatan di bidang hukum. Sebab, santri merupakan insan yang paham tentang halal dan haram.

Jika profesi itu diisi oleh orang-orang yang bergetar hatinya saat disebut nama Allah SWT, Ghufron menyebut Indonesia akan adil dan makmur.

Pengasuh PP Nurul Qornain, KH. Yazid Karimullah, menuturkan, akhir-akhir ini banyak umat yang melanggar hukum, hukum Allah maupun hukum pemerintah.

“Dan, yang bisa menjadi contoh adalah generasi muda yang baik,” pesannya, seraya menjelaskan hukum yang bisa menyelamatkan dunia dan isinya adalah hukum Allah SWT.

Dalam acara tersebut juga diputar film produksi Kejaksaan Agung RI yang berjudul Mahkamah Hati, yang menceritakan tantangan profesi Jaksa dan dampak-dampak yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi.

Acara semakin meriah meski beranjak larut ketika masuk sesi kuis. Pertanyaan yang diajukan mulai dari yang cukup berat hingga sangat ringan.

Pertanyaan yang sedikit bikin kaget disampaikan oleh Kasi BB Triyono. “Berapa jumlah kipas angin di ruangan ini,” serunya. Sontak pertanyaan itu direspon dengan tawa dan acungan tangan ribuan santri.

Ruangan yang dipakai memang luas dengan kipas angin yang berada di sebelah kiri dan kanan. Ditambah bagian tengah. Meski jawaban berbeda-beda, belasan santri yang maju untuk menjawab tetap mendapat hadiah.

Bangunan yang panjang ini berdiri megah tanpa tiang tengah. Meski 2.000 lebih santri berada di dalam tempat itu, gedung ini masih terlihat ada bagian yang kosong.

Hadir di acara tersebut Kasi Pidum I Made Endra Arianto Wirawan, Plt. Kasi Pidsus Totok Walidi, SH., Kasi Datun A. Nuril Alam, SH., MH., Kasi Intel Agus Budiarto, SH., MH., dan Kasi BB Triyono, SH. (din)

Related posts