Tim Penilai Zona Integritas Apresiasi Inovasi Kejari Jember

Kejari Jember – Inovasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jember di bawah kepemimpinan Prima Idwan Mariza, SH., MHum. mendapat apresiasi. Kejari Jember pun diharapkan menjadi role model atau panutan bagi kejari lainnya.

Apresiasi itu diberikan oleh tim penilai pembangunan unit kerja zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Ketua tim penilai, Galih Hadiwijaya, menjelaskan, pihaknya telah melakukan survei sebelum melakukan penilaian lapangan. Juga telah mendengarkan paparan yang dilakukan oleh Kejari Jember saat di Jakarta.  

“Pada hari ini kami melihat kondisi riil di lapangan, bagaimana progres pembangunan zona integritas Kejari Jember,” terangnya, Senin, 11 November 2019, usai memantau pelayanan-pelayanan yang ada di kantor Kejaksaan Negeri Jember.  

Setelah melihat pelayanan yang dilakukan oleh Kejari Jember, Galih menyebut banyak inovasi yang telah dilakukan Kejari Jember. “Kami tadi sudah berkeliling ke beberapa pelayanan.  Ada banyak sekali inovasi yang bagus,” ungkapnya.

Beberapa hal yang bagus seperti café yang berada di sebelah ruang pelayanan tilang. “Itu sangat inovatif,” ujarnya.

Ada juga ICJS (integrated criminal justice system), yang merupakan program pengintegrasian penanganan perkara di kejaksaan dengan kepolisian dan pengadilan.

Kejari Jember juga memiliki program layanan pengembalian barang bukti gratis (Laris), hingga layanan tilang on the street (TOS). “Itu program-program yang akan dirasakan baik sekali oleh masyarakat,” tandasnya.

“Mudah-mudahan nanti bisa dicontoh oleh kejari-kejari yang lain. Sehingga Kejari Jember bisa menjadi salah satu role model (panutan), sebagaimana kejaksaan negeri yang seharusnya, dan memberikan banyak peran bagi masyarakat Indonesia,” terangnya.

Galih juga memberikan masukan agar Kejari Jember ke depan menjadi lebih baik dalam menelorkan dan melaksanakan berbagai inovasi. “Ke depannya, setiap pelayanan atau inovasi yang kita lakukan, kalau bisa disurvei,” ungkapnya.

Survei ini bisa sebagai unjuk kinerja dari Kejari Jember kepada publik.  Survei ini bisa menunjukkan tingkat masyarakat merasakan manfaat dari inovasi yang dilakukan.

Hasil dari survei kepada masyarakat yang menikmati layanan dan inovasi Kejari Jember ini juga menjadi bahan evaluasi internal. Ini untuk menemukan kekurangan yang menyertai layanan maupun inovasi itu.

“Apakah sarana prasarana, maupun hal-hal yang lain. Itu akan menjadi bahan evaluasi yang baik,” terangnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember Prima Idwan Mariza, SH., MHum., berharap inovasi yang dilakukan Kejari Jember dinilai secara obyektif oleh tim.

Terkait masukan yang diberikan oleh tim, hal tersebut menjadi catatan Kejari Jember agar ke depannya menjadi lebih baik.  

“Kami banyak program unggulan, seperti TOS, Laris, Papuma, dan lainnya. Tetapi bagaimana masyarakat menilai kami, maupun apa dampak bagi masyarakat. Itu menjadi evaluasi bagi kita, dan menjadi catatan,” ungkapnya.

Kajari pun mengajak jajaran jaksa di Kejaksaan Negeri Jember untuk memiliki semangat perubahan. “Harus terus bergerak, karena perubahan itu sesuatu yang dinamis,” tegasnya.

Kajari juga mengajak pada jaksa untuk tidak mudah puas dengan inovasi yang telah dilakukan. Perlu mendengarkan masukan dari masyarakat. “Masukan-masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi, apakah sudah cukup yang kita kerjakan,” pungkasnya. (din)

Related posts