Category Archives: Kegiatan Seksi Intelijen

Kejari Jember Menahan Seorang PNS di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

SURYA.co.id | JEMBER – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menahan seorang PNS di lingkungan Pemkab Jember, Senin, 24 September 2018.

Dia adalah Hery Yudi, kepala bidang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember.

Jaksa menahan Hery Yudi dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Jember.
Jaksa menitipkan Hery Yudi ke Lapas Jember usai pemeriksaan dirinya sebagai tersangka, Senin (24/9/2018) sore.

Jaksa menyangka Hery Yudi melakukan penyalahgunaan wewenang hingga terjadi kerugian negara sekitar Rp 248 juta.

Penahanan terhadap Hery Yudi menyusul penahanan yang dilakukan kepada tersangka sebelumnya, Sudaryaningtyas pada Mei 2018 lalu.

Kasus ini bermula dari penyelidikan jaksa adanya dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD tahun 2017.

Dana BOP itu dipakai untuk membiayai bimbingan teknis sejumlah guru dari 1.177 lembaga TK dan PAUD se-Jember.

Biaya bimtek itu diambilkan dari BOP tersebut. Setiap orang ditarik sekitar Rp 320.000. Dana diambilkan dari BOP yang sudah diterima masing-masing lembaga pendidikan itu.

Kejari Jember Tetapkan Ketua Koperasi Ketajek Tersangka

 

Apresiasi Bupati atas Pendampingan TP4D Kejari Jember

http://https://jemberkab.go.id/bupati-kerugian-daerah-turun-drastis/

KESANDUNG KASUS BANSOS, KETUA DPRD JEMBER DITAHAN !

Bisa jadi ini merupakan kado terpahit bagi Partai Gerindra Jember di ulang tahunnya ke-10. Sebab, salah satu kader terbaiknya yang menjabat Ketua DPRD Jember yakni Thoif Zamroni ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jember, Rabu (14/2) petang.

Thoif telah diperiksa oleh penyidik pidana khusus sekitar 8 Jam lebih oleh Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Bantuaan Sosial (Bansos) Kelompok Ternak Tahun 2015.

Thoif yang saat itu mengenakan kemeja warna biru muda itu juga langsung mendapatkan penahanan badan oleh kejaksaan. Langkah itu dilakukan oleh kejaksaan untuk mempermudah jalannya proses penyidikan perkara dana bansos usulan DPRD Jember dengan anggaran keuangan negara yang digulirkan hingga mencapai Rp 33 miliar.

“Tadi pagi kita panggil dan kita periksa sebagai saksi, dari hasil penyidikan oleh tim lantas kita gelar ekpose, dan statusnya kita tingkatkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ponco Hartanto.

Dalam penanganan kasus dugaan korupsi itu, pihaknya telah melakukan penyidikan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup sejak setahun silam. “Jadi penahanan badan kita lakukan agar tersangka tidak mempengaruhi dan mengintimidasi para saksi dan menghilangkan atau menganti barang bukti,” tandasnya.

Dari hasil penyidikan kejaksaan di lapangan, modus penyelewengan kasus Bansos Kelompok ternak itu dimanfatkan tidak sesuai peruntukannya, diduga dipotong, serta ada yang diduga fiktif.  “Selain itu, salah satunya dalam pembentukan kelompok itu juga ditemukan bahwasanya tidak sesuai dengan Permendagri No 39 Tahun 2012, dilapangan kita temukan, ada bukti bahwa banyak kelompok penerima bantuaan yang ternyata berdasarkan kekerabatan/ keluarga, padahal itu tidak dierbolehkan sesuai aturan,” terangnya.

Berdasarkan pantauan, Ketua DPRD Jember, Thoif Zhamroni keluar dari kantor Kejaksaan Negeri Jember sekitar pukul 17.00 wib. Beberapa kali Thoif mengusap hidungnya hampir menutup wajahnya, seperti tak kuasa menahan sedih. Tersangka yang masih belum genap berumur 40 tahun ini tanpa didampingi kuasa hukum dan kemudian diantar oleh Tim Jaksa untuk dititipkan di Lapas Kelas 2A Jember selanjutnya dilakukan penahanan badan selama berlangsungnya proses penyidikan atas dugaan kasus korupsi itu.

M Thoif tidak mengatakan sepatah katapun dalam proses menjelang penahanan tersebut. Hingga saat ini, penyidikan kasus dugaan korupai Bansos 2014-2015, Kejari Jember setidaknya menahan lebih dari 4 tersangka diantaranya Rizki yang telah meninggal dunia lantaran sakit, Afton Ilman Huda, Wahid Zaini mantan anggota dewan periode lalu, serta beberapa penerima Bansos lainnya.

Ketua DPRD Jember Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Bansos

KBRN,Jember: usai diperiksa sekitar 8 Jam lebih oleh Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Bantuaan Sosial (Bansos) Kelompok Ternak Tahun 2015, Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (14/2/2018).

Jaksa juga langsung melakukan penahanan badan terhadap Ketua DPRD Jember tersebut  untuk mempermudah jalannya proses penyidikan perkara dana bansos usulan DPRD Jember dengan anggaran keuangan negara yang digulirkan hingga mencapai 33 milyar rupiah.

“Tadi pagi kita panggil dan kita periksa sebagai saksi, dari hasil penyidikan oleh tim lantas kita gelar espos dan statusnya  kita tingkatkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Poncho Hartanto, Rabu (14/2/3018).

Menurut Poncho, Dalam penanganan kasus dugaan korupsi itu, pihaknya telah melakukan penyidikan serta pengumpulan bukti-bukti sejak setahun silam.

“penahanan badan kita lakukan agar tersangka tidak mempengaruhi dan mengintimidasi para saksi dan menghilangkan atau menganti barang bukti,” tegasnya.

Dari hasil penyidikan di lapangan, modus penyelewengan kasus Bansos Kelompok ternak itu dimanfatkan tidak sesuai peruntukannya.

” salah satunya dalam pembentukan kelompok itu ditemukan bahwasanya tidak sesuai dengan Permendagri No 39 Tahun 2012, dilapangan kita temukan bukti bahwa banyak kelompok penerima bantuaan yang ternyata berdasarkan kekerabatan/ keluarga, padahal itu tidak dierbolehkan sesuai aturan,” terang Poncho.

Pantauan RRI, Ketua DPRD Jember, Thoif Zhamroni keluar dari kantor Kejaksaan Negeri Jember sekitar pukul 17.00 wib. Tersangka diantar oleh Tim Jaksa untuk dititipkan di Lapas Kelas 2A Jember guna dilakukan penahanan badan selama berlangsungnya proses penyidikan atas kasus korupsi itu.