Terima Pelimpahan dari Kejagung, Kejari Jember Siap Sidangkan Perkara Pupuk Palsu

Kejari Jember – Kejaksaan Negeri Jember telah menerima pelimpahan perkara dugaan pemalsuan pupuk pestisida dari Kejaksaan Agung. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Aditya Okto Thohari, SH., MH., mengatakan, karena pelimpahan perkara itu dari Kejagung, berarti sebelumnya ditangani oleh penyidik Bareskrim Polri. “Jumlah barang buktinya 300 sampai 500 dus,” terangnya kepada sejumlah wartawan, Selasa, 23 Februari 2021 di ruang media center. Pelimpahan tersebut dilakukan karena lokasi kejadian berada di Kabupaten Jember. Tepatnya di Kecamatan Pakusari. Barang bukti itu juga diambil dari gudang yang diduga menjadi tempat produksi pupuk…

Read More

Merekatkan Biduk Rumah Tangga Melalui Restorative Justice

Kejari Jember – Kehidupan berumah tangga memang tak lepas dari problem. Terlebih problem kecil, yang bisa terjadi seiring aktiftas suami istri. Di sini, kekerasan bukan solusi. “Memang emosi tidak bisa dipergunakan dalam rumah tangga. Kekerasan sangat tidak bermanfaat, tidak berguna sama sekali,” ujar Hadi di Kejaksaan Negeri Jember. Pria berusia 31 tahun asal Desa Paleran Kecamatan, Umbulsari, Jember, itu mengakui tindakannya terhadap sang istri, Umi Kulsum Trisnawati, kliru. “Insya Allah saya akan menata kembali rumah tangga saya, memperbaiki sikap saya, dan memperbaiki rumah tangga bersama istri saya,” tutur pria bernama…

Read More

Kejari Jember Ikut Melanggengkan Kehidupan Bertetangga

Kejari Jember – Kehidupan bertetangga harus harmonis. Itu berlaku sejak terbentuknya komunitas manusia yang hidup bertempat tinggal. Harmonisasi kehidupan bertetangga itu pun menguat seiring berkembangnya kebudayaan. Nilai harmonis kehidupan bertetangga itu menjadi satu dari pertimbangan yang dipakai Kejaksaan Negeri Jember untuk melaksanakan upaya restorative justice terhadap dua orang bertetangga di Kecamatan Patrang pada Rabu, 21 Oktober 2020. “Salah satu hal yang paling penting, kami harus ikut melanggengkan kehidupan bertetangga itu,” tegas Aditya Okto Thohari, SH., MH., saat menjelaskan beberapa aspek yang mendasari penerapan langkah hukum tersebut. Langkah hukum restorative justice…

Read More

Musnahkan 4,8 Juta Pil Terlarang

Kejari Jember – Kejaksaan Negeri Jember memusnahkan 4,8 juta pil dalam kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang atas terdakwa Alisius Sri Mulyo Sudarsono, warga Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates, Jember. Pemusnahan pada Rabu, 21 Oktober 2020, di halaman  kantor Kejari Jember itu dilakukan bersama sejumlah barang bukti berbagai kasus yang telah berkekuatan hukum tetap. “Kami telah menuntut maksimal terdakwa, yakni delapan tahun. Putusan pengadilan enam tahun,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Dr. Prima Idwan Mariza, SH., MHum. Putusan hakim itu terjadi satu bulan lalu, dan tidak ada upaya hukum lain…

Read More

Tommy, Pemuda Jember yang Pertama Merasakan Restorative Justice

Kejari Jember – Matanya terlihat memerah. Juga sedikit sembab. Beberapa kali ia mengusap matanya. Linangan air mata pemuda 23 tahun itu keluar saat sujud syukur, begitu keluar pintu Lapas Kelas IIA Jember. Kamis, 03 September 2020, menjadi hari yang cukup berarti baginya. “Alhamdulillah, bisa keluar dari penjara. Ke depannya, tidak akan mengulangi lagi,” tutur sopir ambulans ini. Selama dua bulan, pria asal Desa, Balung Lor, Kecamatan Balung itu merasakan sel tahanan di Lapas Jember. “Ada hikmahnya juga. Saya bisa tobat. Bisa baca Al Qur’an. Bisa menghadap Allah SWT lagi,” ujar…

Read More