Kejari Jember Bareng JAJ Bantu Warga Terdampak Banjir di Wonoasri

Kejari Jember – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember bersama relawan Jege Apik’e Jember (JAJ) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir di Desa Wonoarsi, Kecamatan Tempurejo.

“Ini sebagai wujud kepedulian Kejaksaan Negeri Jember bersama teman-teman JAJ,” terang Kepala Kejari Jember, Dr. Prima Idwan Mariza, SH., M.Hum., saat ditemui di lokasi penyaluran, Kamis, 21 Januari 2021. 

Kajari menjelaskan, bantuan-bantuan yang disalurkan berasal dari jaksa, pegawai tata usaha, dan tenaga honorer Kejari Jember.

Bantuan itu kemudian digabung dengan bantuan yang digalang oleh relawan JAJ. Relawan JAJ sendiri tersebar di sebagian besar desa di Jember. Termasuk di Wonoasri.

Menurut Kajari, penyaluran secara langsung bersama JAJ itu agar tepat sasaran, dan dengan harapan bisa bermanfaat besar bagi warga terdampak.

Selain itu, penyaluran tersebut dimaksudkan untuk memberikan empati dan dukungan semangat menghadapi cobaan.

Ketua JAJ Baginda Bagus mengatakan, penyaluran bantuan di Wonoasri itu memerhatikan wilayah yang paling parah terdampak banjir di Jember.

Seperti diketahui, banjir yang terjadi pada Kamis, 14 Januari 2021, akibat curah hujan yang tinggi itu terjadi di beberapa kecamatan di Jember. Salah satunya di Desa Wonoasri di Kecamatan Tempurejo.

“Kami berkomitmen untuk sedikit meringankan beban penderitaan warga yang terdampak banjir di Wonoasri,” katanya.

Penyaluran secara langsung ke warga, lanjutnya, semata-mata ingin mendengar kejadian banjir dari warga. Ini sekaligus untuk menunjukkan keprihatinan, rasa duka yang sama.

“Kami hadir untuk bersilaturahim sekaligus memberikan semangat,” ucapnya. “Mudah-mudahan Kejari Jember bersama JAJ mendapat hidayah dari Allah dan apa yang kami berikan kepada masyarakat betul-betul memberikan manfaat,” ujarnya.

Salah satu warga terdampak bernama Roisah menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang baru saja diterimanya.

“Cucu saya biar bisa makan. Kan sudah tidak bekerja. Kebunnya sudah tidak bisa digarap, sudah rusak,” ujar perempuan yang sehari-hari membuat gula merah tersebut.

Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan pakaian layak pakai. Lebih dari seratus paket sembako dibagikan ke warga terdampak banjir. (din)

Related posts