Sembilan Kejari Studi Virtual WBK WBBM ke Kejari Jember

Kejari Jember – Keberhasilan Kejaksaan Negeri Jember menyandingkan predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) membuat sejumlah satuan kerja di lingkungan kejaksaan tertarik untuk menimba pengetahuan dan pengalaman.

Seperti pada Selasa, 09 Februari 2021, sembilan kejaksaan negeri melaksanakan pertemuan virtual dengan Kejari Jember guna mendaptkan kiat-kiat dalam upaya menuju WBK dan WBBM dari Kejari Jember.

Sembilan kejari itu yakni Kejari Sumbawa Barat, Sumbawa, Bolaang Mangondow Utara, Wonosobo, Pekalongan, Mataram, Blitar, Ogan Ilir, dan Merauke.

Dalam kesempatan itu Kepala Kejari (Kajari) Jember, Dr. Prima Idwan Mariza, SH., M.Hum., menjadi narasumber didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Triyono Yulianto, SH., MH., yang juga Ketua Pokja WBBM Kejari Jember.

Kepala Kejari Sumbawa Barat, Nusirwan Sahrul, SH. MH., sebagai pemrakarsa menjelaskan latar belakang kegiatan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Kajari Sumbawa Barat menjelaskan, kejari yang dipimpinnya telah meraih predikat WBK. Karena itu, jajarannya bertekad untuk meraih WBBM. “Kami bertekad untuk meraih WBBM,” tegasnya.

Seiring hal itu, pihaknya melihat Kejari Jember paling proaktif dan inovatif, serta selalu terdepan memberikan informasi dalam kegiatan WBBM. Ini yang mendorongnya untuk mengetahui lebih jauh tentang Kejari Jember.

Di samping itu, pihaknya ingin juga berbagi kiat dengan kejari lainnya. Bersama-sama menambah pengetahuan sebagai bekal melaksanakan zona integritas. “Karena itu, kami juga mengajak kejari lain sehingga punya tambahan pengetahuan dari penjelasan-penjelasan Kejari Jember,” ucapnya.

Pantauan di lapangan, Kajari Jember memberikan penjelasan sambil berjalan untuk menunjukkan sejumlah fasilitas di Kejari Jember. Mulai dari fasilitas di bagian depan kantor, hingga bagian belakang kantor.

Hal itu biasa dilakukan oleh Kajari Jember saat menerima tamu yang menjadi stakeholder-nya, yang ingin mengetahui lebih jauh tentang inovasi pelayanan lembaga yang dipimpinnya.

Terkait penjelasan yang disampaikan Kajari Jember, Kajari Sumbawa Barat mencatat beberapa pesan yang penting untuk diterapkan dalam membangun zona integritas WBK dan WBBM. “Ada beberapa pesan yang bermakna sekali. Pertama, setiap sudut-sudut ruangan kantor harus menjadi bernilai,” katanya.

Baginya yang sering ke kantor Kejari Jember pada 2017-2018 saat bertugas di Jawa Timur, Kejari Jember menampilkan kondisi yang sangat jauh berbeda. Hanya dalam beberapa tahun saja, masih kata Kajari Sumbawa Barat, terjadi perubahan yang luar biasa.

“Saya selaku insan adhyaksa, secara pribadi dan institusi, sangat bangga sekali dengan perubahan-perubahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Jember. Karena, hanya dalam beberapa kurun waktu, perubahan dari kantor saja sudah totalitas. Padahal kantornya pada waktu itu, saya lihat kantor yang kondisinya sudah tua. Tapi bisa berubah begitu indah dan begitu cantik,” ucapnya.

Catatan kedua, bagaimana agar bisa mengubah kekurangan-kekurangan menjadi suatu kelebihan. Ketiga, saling mengisi untuk saling menutupi kekurangan. Empat, adanya evaluasi setiap kegiatan terkait kendala-kendala di masing-masing bidang di lingkungan kejari.

Berikutnya, untuk menuju WBBM, memaksimalkan program-program yang sudah jalan. Tidak hanya membuat inovasi yang baru. Inovasi yang lama diakselerasi, ditingkatkan lagi.

Catatan yang tidak kalah penting yaitu memublikasikan kegiatan kejaksaan agar masyarakat mengetahui kinerja kejari, mewujudkan kesan positif, dan agar bisa melakukan penilaian bersama masyarakat.

Penjelasan yang disampaikan Kajari Jember juga menambah keyakinan untuk bisa berhasil meraih predikat WBBM. Sebuah keyakinan yang sama saat kali pertama mencanangkan zona integritas untuk meraih predikat WBK.

“Kami baru mempunyai kantor bulan Februari 2020. Lalu tanggal 26 Februari, kami mencanangkan dengan penuh keyakinan, meskipun jumlah pegawai kami masih sembilan orang. Tapi kami penuh keyakinan. Keyakinan itu menjadi salah satu modal kami untuk mencapai WBK ketika itu,” urainya.

“Dengan kebersamaan, dengan usaha, berusaha dengan ikhlas, dan bersungguh-sungguh menjadi modal kami. Demikian juga dalam mencapai WBBM, kami yakin pasti bisa. Keyakinan itu harus tertanam di dalam masing-masing pribadi warga Kejaksaan Sumbawa Barat. Itulah yang menjadi bekal dan modal kami ke depan,” ungkapnya. (din/ wahyu)

Related posts