Intelijen Gelar JMS di SMAN 1 Kalisat, Pengurus OSIS Antusias

Kejari Jember – “Perilaku yang berulang yang dilakukan untuk menakuti hingga membuat marah sasaran,” kata Eni.

Kalimat itu diucapkan gadis pemilik nama Eni Nur Windaniyah ketika menjawab soal yang diberikan oleh Jaksa Wahyu Resta terkait pengertian cyber bullying.

Pelajar kelas 10 MIPA 5 SMAN 1 Kalisat itu adalah satu dari 41 siswa yang tergabung dalam OSIS yang jadi peserta program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejaksaan Negeri Jember.

Eni memberikan jawaban setelah beberapa saat membaca referensi di gadget yang dibawanya. Temannya yang lain juga mencari referensi secara digital.

Namun, saat menjawab para siswa tidak boleh membaca referensi itu. Jadi, sekali membaca secara singkat sudah harus hafal.

Selain materi cyber bullying yang diberikan oleh Jaksa Wahyu Resta, dalam JMS diterangkan tentang narkotika dan institusi kejaksaan. Khusus materi institusi kejaksaan disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Soemarno, SH., MH.

Kasintel Soemarno menjelaskan, JMS merupakan program Kejaksaan RI berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : 184/A/JA/11/2015.

“Program ini menjadi upaya dan komitemen korps adhyaksa untuk meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara, khususnya masyarakat pelajar,” terangnya.

Melalui materi yang diberikan, Soemarno mengatakan, diharapkan memperkaya khasanah pengetahuan siswa di bidang hukum maupun perundang-undangan.

“Terpenting juga adalah program ini untuk menciptakan generasi bangsa yang taat hukum,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kalisat Rosidi, SPd. MPd., mengatakan, kehadiran tim Kejari Jember untuk memberikan sosialisasi hukum menjadi kebanggan tersendiri.

Karena itu, pihaknya menyampampaikan ucapan terima kasih. “Dan kami berharap, yang menjadi hal penting, yaitu para siswa bisa menerapkan dalam perilakunya,” ucapnya.

Pantauan di lokasi kegiatan, para siswa terlihat antusias meski merasakan gangguan suara yang ditimbulkan oleh hujan deras yang menghantam atap gedung. Mereka langsung mengangkat tangan begitu soal ditampilkan di layar. Meski diperbolehkan mencari referensi digital untuk menjawab soal, ternyata ada juga siswa yang tidak melakukannya. Mereka langsung angkat tangan dan segera menjawab soal. Atas semangat itu, mereka dapat hadiah. (din)

Related posts